Potret Mimpi

Kata Siapa Kita Tidak Boleh Berangan-angan ?

Beberapa kali aku enggan berbicara tentang apa yang sebenarnya menjadi mimpiku, keinginanku. Beberapa kali pula aku merendahkan diri bahwa aku tak pantas untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu. Kemana perginya akal sehatku? Ketika melihat sekitar sudah jauh melaju, menebang segala ragu, tak gentar menghentak maju !

Lalu, dimana aku ?

Inilah mengapa aku selalu gugup jika ditanya. Apa yang menjadi mimpimu, lik? Entahlah, mengapa pertanyaan ini menjadi sulit. Dari 1001 keinginan yang sering melintas di pikiranku, rasanya tidak ada hal yang istimewa. Sederhana saja.

hahahaha. jangan heran.

Ketika sekawanan itu mempersiapkan diri kuliah di negeri orang, aku tak berminat. Ketika beberapa beasiswa datang, aku urung menyambut. Gratis lho, lik. Aku tak bergeming, aku harus bekerja segera. Hanya itu yang terlintas di kepala. Betapa egoisnya ! Aku yang tau apa yang harus aku lakukan, semuanya terasa mendesak. Aku hanya ingin bekerja.

Tak sengaja dulu aku berseloroh, aku ingin bekerja di salah satu gedung pencakar langit. (Maklum anak desa :’) Aku terlalu mudah mengagumi apapun ketika aku melihat apa-apa dari atas. Alam, hiruk pikuk gedung yang berlipat tak karuan, ambulan lalu lalang, hahaha. Apalagi jika beranjak malam. Sebelum semuanya menjelma menjadi sinar kunang-kunang, aku selalu menantikan langit jingga kemerahan. Bagiku itulah simbol kedamaian.

Lucunya, itu yang menjadi mimpiku. Aku membayangkan beberapa hal setelahnya. Aku akan menjadi pekerja yang cerdas, aku akan menyelami berbagai pengalaman orang untuk refrensi beberapa pemahaman. Syukur-syukur kalau perusahaan memberi reward untuk pegawai yang lincah sepertiku. Urusan lanjut studi adalah hal sepele bagi mereka. hahaha. Pun dengan kepalaku yang sudah terisi bekal untuk kembali dalam dunia kuliah meng-kuliah-i. Jadi tidak kosong. Ini mengapa aku mengabaikan untuk langsung lanjut studi.

Selebihnya, itu adalah mimpi akan sebuah pengabdian. Berangkat dari pemikiran Betapa Berharganya Menjadi Seorang Perempuan, aku ingin menghidupkan jiwa-jiwa yang bosan diam. Sebenarnya kita mampu, ketika kreatifitas dipaksa menciptakan sesuatu. Merubah kebiasaan menghabiskan waktu tak perlu, menjadi rumpi-rumpi yang bermutu.

Bagian terakhir, aku rasa ini menjadi mimpi seluruh perempuan di muka bumi ini. Kecuali mereka-mereka yang bodoh dalam bergaul, lantas membuang hasil kebodohan itu sembarangan, enyahlah jiwa-jiwa tanpa nurani seperti itu !

Kemudian, beberapa waktu lalu aku diberi kesempatan dalam sebuah perjalanan yang mengantarkanku pada beberapa kenyataan. Sudah sejauh mana aku mewujudkan mimpi ini?

Aku bertemu dengan teman-teman yang sudah bisa dianggap berhasil dalam ukuran mimpiku. Tidak ada yang berubah, hanya jika bicara keberhasilan, mereka sudah berada jauh didepanku. Sejujurnya, aku bahagia mendapati mereka yang dulu kawanan kepompong kini sudah ber-metamorfosis menjadi kupu-kupu yang istimewa.

Aku tidak sedang merendahkan diri, justru dibelenggu rasa penasaran,

seberapa jauh lagi aku harus melangkah, lantas pintu mana sebenarnya yang bersedia mempersilahkanku masuk ~

Aku belum memiliki jawaban, sampai dimana langkahku atau seberapa besar sudah usahaku. Aku hanya akan terus berlari sekencang-kencangnya. Menggali setiap kesempatan. Memecahkan teka-teki semesta yang sudah digariskan. Aku memasang benteng prasangka baik yang amat kokoh. Apa yang perlu aku khawatirkan? Selama aku ber-Tuhan, rasanya semua akan aman. Toh, sampai saat ini aku belum pernah tak bisa nafas atau tak bisa makan :’)

Demikian semesta menempaku dengan semua anggota tubuhnya. Semakin ditempa aku semakin paham. Tapi gelas ini kubiarkan saja kosong untuk terus ditempa dalam pemahaman terbaik dan menyenangkan selama perjalanan ~

 

Sekalipun kecemasan itu tak henti datang, tentang

apakah ketika seluruh mimpi itu terwujud lantas aku bisa senang dan merasa cukup ? Sepertinya tidak,

3 Comments

    1. elika tantri

      April 20, 2017 at 1:17 am

      wkwk. semoga aja hels :’)

  1. Someone

    July 11, 2017 at 11:19 am

    you gonna reach it. just be patient.. a little longer. i know u can.

Leave a Reply