Rasa

Satu pekan menuju Ramadhan. Tahun kedua yang inshaAllah akan aku lalui kembali di tempatku saat ini.

Tempat berproses yang memberikan banyak pelajaran tentang cara terbaik dalam bertahan.

Bertahan dalam segala rasa yang hadir pada abu-abu sandiwara kehidupan, pada seorang buruh corporate yang ingin terus belajar, hahaha

rasa bimbang atas banyak pilihan yang harus segera diputuskan,

rasa rindu yang tak pernah tampias,

rasa sepi yang lekat meski dalam lalu lalang keramaian,

rasa bosan yang tak bersekat,

rasa kecewa yang mampir menghancurkan,

rasa-rasa yang sempat singgah, begitu saja ~

dan,

Rasa syukur yang tak akan pernah bisa membayar semua yang telah aku dapatkan sampai hari ini.

Tiadalah selain Dia yang memiliki Kuasa atas segala sesuatu.

Segala perasaan itu kemudian luruh, ketika aku berfikir tentang segala proses yang telah aku lalui. Ternyata selama ini aku lalai atas segala kemudahanNya yang tak pernah ku lihat, namun melulu mengeluhkan yang tidak aku miliki.

Hingga aku berhasil hempaskan semua ambisi dan belajar untuk merasa cukup.

Seketika itu perjalanan ini terasa lebih mudah, lebih berwarna.

Pencapaian terbaik tentang menghidupi kehidupan, adalah hal terbaik yang pernah aku rasakan seumur hidupku.

Serta, tentang pelajaran berharga atas rasa kecewa yang pada akhirnya menyelamatkanku dari lingkungan yang tidak seharusnya ~

Ah, Terimakasih.

Rasanya menjadi manusia adalah hal yang paling menyenangkan.

Segala proses dari kita lahir hingga sampai pada titik ini perlu kita beri penghargaan. Penghargaan atas diri ini yang tetap bertahan.

~Ramadhan tahun ini akan banyak harap yang dipanjatkan, semoga saja ada kesempatan~

– Senja Blok M, Jakarta –

1 Comment

  1. SomeOneLikeYou

    May 9, 2019 at 5:46 am

    semangat elika untuk ramadhan tahun,
    tak pernah bosan aku mencari kabar tentang mu
    asalkan kau selalu bahagia,mungkin aku bisa tersenyum di sini

    have nice day elika

Leave a Reply