#Spekulasi

source : reverbnation.com

Beberapa hari ini aku hanya berdiam diri. Rasa-rasanya aku terlalu banyak bertingkah. Tingkah yang selalu dianggap salah #spekulasi.

Semakin usia bertambah, teman menjadi cukup berkurang. Sekalinya datang, ia curang #spekulasi.

Dari setiap kejadian yang datang, aku menjadi paham. Sepertinya tidak perlu baik kepada semua orang. Yakin sekali kamu menyelamatkan orang padahal diri kamu sendiri setengah tenggelam #spekulasi.

Ketika satu luka mereka sayatkan. Perih sekali. Tapi aku berusaha mengerti, pasti itu bukan maksut hati. Hanya sebuah #spekulasi.

Aku tidak berniat membenci. Maaf sudah ku haturkan, merendahkan diri untuk memulai lagi semuanya dari awal. Memahami dan melakukan apapun dengan hati-hati agar tidak terulang kembali. Tapi nyatanya, aku salah (lagi) #spekulasi.

Kemudian aku berfikir, kenapa di usia dengan konsep pemikiran yang lumayan matang seperti ini harus dihadapkan dengan urusan kekanak-kanakan macam ini ? Membuat aku harus beralasan untuk menjaga banyak perasaan ? Lalu nyatanya, beralasan apapun tak memberikan ruang di hati dingin mereka #spekulasi

Aku nikmati permainan ini, segala sindiran dan caci maki, sampai aku tidak mampu lagi mentolerir.
Pun sama halnya aku hanya seorang manusia. Kenapa mereka begitu tega ? Menyentuh hal yang tidak seharusnya ? Mencari tau hingga memaksa masuk dalam ranah yang tidak seharusnya ? Memakan mentah mentah segala informasi yang tak terkonfirmasi ? Aku tau aku hanya ber- #spekulasi.

Begitupun mereka dalam #spekulasi yang di amini dengan emosi.
Tanpa pemikiran jernih didalam hati. Menunggang nama pertemanan dalam menyerang aku yang seorang diri.

Kenapa tidak hadapi sendiri saja, lalu selesai?

Bukan menyeret mereka untuk terlibat, agar kamu benar-benar selesai.

Selesai dalam #spekulasi.

1 Comment

  1. Fib

    September 27, 2019 at 4:59 pm

    Suka banget ini tulisan ngena banget, Mbak El :”)
    Pengen rasanya nulis di yang bisa jadi beneran “secret lyfe”, tanpa harus terbatasi :”)

Leave a Reply